Berapa banyak kesempatan yang sudah kita lewatkan?
In the Name of Allah
Malem…sambil nonton just alvein n menyeruput segelas pelega tenggorokan…
Berapa banyak kesempatan yang sudah kita lewatkan?
Itu merupakan pertanyaan yang sampai saat ini masih terus kucari jawabnya. Ketika tiba – tiba terbangun di pagi hari dengan sebuah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan, kira – kira apa sih yang akan kalian lakukan? Pasti ada beragam jawaban, mulai dari tolak kesempatan itu, cuekin aja, ragu – ragu, ambil tanpa ragu, ambil tapi masih mikir, ngliat dulu, dst, dll, etc. Diamati sekilas saja langsung ketahuan bahwa kita punya berbagai macam alternatif jawaban yang sesaat akan membuat kita kelimpungan… apalagi bila datang tanpa terduga dan dari orang yang tidak disangka – sangka.
Sekelebat pikiran yang sempat muncul atas kesempatan yang datang di pagiku ini malah kulibas dengan jawaban cepat, “maaf, masih ada hal lain yang harus saya lakukan”. Sebuah jawaban bodoh yang datang tiba – tiba setelah berkutat dengan berbagai macam probabilitas. Sebuah kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi untuk kedua kalinya, tapi terus kuamini sampai detik ini ketika tidak kuambil sekaligus berharap tidak akan ada kesempatan kedua, namun terus kusesali mengapa tidak memberi sedikit kesempatan itu untuk memberi detik – detik yang berbeda dalam hidupku.
Masalahnya, siapa sih yang bisa tahu kemana arah kesempatan ini akan berujung? Kita tidak pernah tahu itu… yang tahu hanya Sang Pemilik Langit dan Bumi ini. Setelah meloloskan satu kesempatan yang mungkin akan merubah seluruh hidupku ini, tetap saja aku berusaha untuk terus berpositif thinkin’ pada Sang Khalik bahwa jika memang sudah ditakdirkan di Lauh Mahfuz, maka tidak akan ada kesempatan yang tidak datang menghampiri kita.
Haha, kesempatan ini gimana ya sebenarnya? Mungkin nggak sih kita akan diberi kesempatan lain setelah melewatkan satu kesempatan yang pernah hadir? Atau kesempatan terbaik itu hanya ada satu kali? Salahkah kita melewatkan kesempatan – kesempatan yang mungkin telah mampir di hadapan kita? Atau akan lebih baik jika kita mengambil semua kesempatan yang lewat di depan kita seperti dalam film “Yes Man”? Ketika ngobrol dengan seorang teman, dia mengatakan ketika kita mengambil semua kesempatan yang ada, maka kesempatan akan menyukai kita dan akan selalu mendatangi kita. Nah, pertanyaannya adalah … emang semua kesempatan itu sesuaikah dengan kita? Bagaimana dengan berbagai kemungkinan (katakanlah probabilitas lain) dan kesempatan – kesempatan yang lain yang mungkin datang setelah melewatkan satu kesempatan dan ternyata lebih baik dari kesempatan pertama? Masih rumit nih dalam otakku yang biasa ini…
Teman yang lain mengatakan bahwa kesempatan hadir dalam tiap detik langkah kita, namun seberapa sadar kita dengan kesempatan terbaik dan mau mengambil kesempatan itu yang menjadi masalah. Katakanlah begini, dalam membaca sebuah buku yang terdiri dari berbagai macam bab, sampai mana sih bab yang sudah kita baca? Yang pasti urutan dari tiap bab itu pasti berbeda antara satu orang dengan orang yang lain, karena proses kesiapan mental tiap orang yang berbeda – beda. Mungkin kita pernah melewatkan satu bab yang disitu terdapat sebuah kesempatan yang kita lewatkan tanpa kita sadari, menurut temanku itu, ya tinggal berbalik dan mengulang lagi saja bab yang terlewati itu, toh Tuhan tidak pernah memberikan kata ‘terlambat’ untuk mendapatkan kesempatan yang terlewatkan itu.
Ya ampun, bener – bener unik ya yang namanya kesempatan itu? Menyenangkan sekaligus mendebarkan karena tidak bisa menghitung kita telah melewatkan atau mengambil berapa kesempatan dalam hidup kita, sama seperti kita tidak pernah tahu kita telah mencapai detak jantung yang keberapa dalam hidup ini…
Ini hanya sekedar tulisan iseng dan silakan saja jika ada yang ingin menanggapi… tidak ada kesimpulan karena dialog kesempatan ini masih terus berputar dalam otakku.
